:: SELAMAT DATANG di Media Online “BERITA.Com” ::

Selasa, 02 Agustus 2011

PARADE FOTO UNIK







Kejari Tasik Menahan Dua Wanita Pembobol Bank BPR Indihiang



[TASIKMALAYA] Kejaksaan Negeri (Kejari) Tasikmalaya, akhirnya melakukan penahanan terhadap dua wanita yang menjadi tersangka pembobol Bank Perkreditan Rakyat/Bank Karya Produksi Desa (BPR BKPD) Capem Indihiang, yang kini sudah berubah nanam menjadi Kantor Kas Indihiang Cabang PD BPR Artha Sukapura Cisayong. Kedua tersangka tersebut berinisial DV (35) dan NV (35) yang merupakan karyawan BPR BKPD tersebut.

Dengan menggunakan mobil tahanan Kejari, Tim Penuntut Umum Kejari Tasikmalaya yang diketuai oleh Eman Sungkawa SH MH membawa kedua tersangka ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tasikmalaya, Selasa 26/7) kemarin pukul 11.00 WIB. Kedua tersangka didampingi pengacaranya, yakni H.Heri KusmayadI SH dan Agus Husni SH.

“Kami melakukan penahanan terhadap kedua tersangka tersebut berdasarkan bukti-bukti awal yang ditemukan. BPKP pun telah menghitung kerugian yang dialami negara, yakni sekitar Rp.3,5 miliar.”ujar Eman Sungkawa SH, Ketua Tim Penuntut Umum kepada pers disela-sela eksekusi penahanan tersebut.

Alasan lain dilakukan penahan itu, lanjut Eman, yakni untuk mempermudah dalam proses persidangan nanti.”Sebab, persidangan tindak pidana korupsi sekarang harus dilakukan di Pengadilan Tipikor Bandung,”jelasnya.

Eman Sungkawa mengatakan, bahwa kedua tersangka akan dijerat dengan UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yakni UU No.31 Tahun 1999 Jo UU No.29 tahun 2001, dengan ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun penjara..”Untuk sementara, tersangka DV dan NV kita titipkan di Lapas Tasikmalaya, dan dalam waktu dekat untuk mengikuti persidangan kemungkinan akan dipindahkan ke Lapas Kebon Waru Bandung,”tutur Eman Sungkawa.(EDDY PADMADISASTRA)***

Cover Depan Tabloid LINTAS PENA Edisi 037